Hak Cuti bagi PPPK


Kesamaan status sebagai aparatur sipil negara antara PNS dengan PPPK berimplikasi pada kesamaan hak dan kewajiban diantara kedua macam pegawai pemerintah tersebut. Tidak hanya gaji, tunjangan serta perlindungan, PPPK pun berhak mendapatkan cuti pekerjaan. Hal ini diatur dalam Pasal 76 hingga pasal 93 PP Manajemen PPPK.

Ada beberapa jenis cuti bagi PPPK

a. Cuti tahunan;
b. Cuti sakit;
c. Cuti melahirkan; dan
d. Cuti bersama.

Cuti Tahunan

Cuti tahunan adalah cuti yang diberikan bagi PPPK yang telah bekerja selama 1 tahun secara terus-menerus.  Lama cuti tahunan bagi PPPK adalah selama 12 hari kerja dan dapat ditambah 6 hari kerja apabila digunakan ditempat yang sulit perhubungannya (lokasi yang sulit dijangkau serta transportasi yang sangat terbatas). Bagi PPPK yang berstatus jabatan guru dan dosen yang mendapat liburan disamakan dengan PPPK yang telah menggunakan hak cuti tahunan. (tidak mendapatkan cuti tahunan 12 hari kerja)

Hak Cuti bagi PPPK

Cuti Sakit 


Cuti Sakit adalah cuti yang diberikan kepada PPPK yang tengah sakit. Pemberian cuti sakit harus diajukan secara tertulis kepada PPK dengan melampirkan surat keterangan dokter. Lamanya cuti sakit diberikan selama 1-14 hari, dan dapat ditambah menjadi 1 bulan. Jika sakitnya lebih dari 1 bulan maka dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). PPPK yang mengalami gugur kandungan berhak mendapatkan cuti selama 1,5 bulan. Bagi PPPK yang sedang mengajukan cuti tetap berhak atas gaji dan tunjangan bulanan.

Cuti Melahirkan


Cuti Melahirkan adalah cuti yang diberikan kepada PPPK yang sedang melahirkan anak ke 1 dan ke 2 selama menjadi PPPK.


Cuti Bersama

Cuti bersama merupakan cuti libur umum, biasa diberikan pemerintah kepada pegawai setiap ada peristiwa even besar hajatan nasional.

Juknis pemberian cuti bagi PPPK hingga saat ini belum diterbitkanoleh Badan Kepegawaian Negara

0 Response to "Hak Cuti bagi PPPK"

Posting Komentar