Kita ketahui bersama bahwa sudah bisa dipastikan Kemendikbud tahun 2021 ini akan melaksanakan seleksi PPPK bagi guru maupun calon yang memenuhi persyaratan pendaftaran. Sebelum melaksanakan seleksi tersebut tentunya pihak Kemdikbud menyerap dan mendengarkan aspirasi berbagai pihak termasuk para guru itu sendiri.

Dalam seleksi PPPK tentunya ada ujian berbasis CAT yang harus dilewati sebelum dinyatakan lolos seleksi PPPK. Ya agak mirip-mirip tes CPNS. Mereka yang berusia muda bisa jadi otaknya masih fresh dan mampu menyelesaikan soal tes dengan baik dan bisa saja lolos passing grade PPPK. Bagaimana dengan guru honorer yang sudah berusia tua. Ambil contoh saja guru yang masih berusia 30 tahun bersaing dengan guru yang usia 50 tahun untuk ikut tes PPPK. Bukan menganggap remeh mereka yang berusia 50 tahun, namun jika didasarkan dari aspek kekuatan pikiran dan kecerdasan bukan tidak mungkin yang lebih muda akan unggul.

Hasil tes PPPK tentu akan memihak yang berusia muda karena ingatan dan daya pikir masih segar. Namun dari segi pengalaman mengajar tentu saja yang muda kalah dengan yang tua. Mungkin mereka yang berusia 45- 5- tahun sudah lebih dari 20 tahun mengajar namun karena belum beruntung maka tidak terangkat sebagai guru PNS.

Nah dengan alasan itulah maka dalam seleksi PPPK 2021 ini Kemdikbud memberikan kebijakan afirmasi

Kebijakan Afirmasi Seleksi PPPK 2021

Kebijakan Afirmasi dalam Seleksi guru PPPK 2021


Apa itu afirmasi?
Dalam KKBI disebutkan bahwa afirmasi adalah penetapan yang positif; penegasan; peneguhan; 2 pernyataan atau pengakuan yang sungguh-sungguh (di bawah ancaman hukum) oleh orang yang menolak melakukan sumpah; pengakuan

Jadi Afirmasi dalam seleksi PPPK disini  adalah semacam pengakuan terhadap sesuatu keunggulan yang dimiliki oleh seorang calon peserta PPPK.

Apa saja kebijakan afirmasi dalam seleksi PPPK?

Kebijakan afirmasi dalam seleksi guru PPPK 2021 adalah  ujian seleksi pertama hanya untuk guru honorer di sekolah negeri masing-masing daerah. Sedangkan untuk ujian seleksi kedua dan ketiga terbuka untuk semua guru honorer dan lulusan program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Selain itu, terdapat poin bonus untuk batas nilai kelulusan dengan kriteria di bawah ini.

  1. Pertama, peserta dengan umur 40 tahun ke atas terhitung saat pendaftaran dan berstatus aktif selama tiga tahun terakhir mendapat bonus nilai kompetensi sebanyak 75 poin (15% dari nilai maksimal 500 poin).
  2. Kedua, untuk peserta penyandang disabilitas, para peserta akan mendapatkan bonus nilai kompetensi teknis sebanyak 50 poin (10% dari nilai maksimal 500 poin). 
  3. Ketiga, bagi peserta yang sudah memiliki sertifikat pendidik, peserta mendapat nilai penuh untuk komponen kompetensi teknisnya dan tetap perlu lulus batas nilai kelulusan untuk tes manajerial, sosiokultural, dan wawancara.

Beruntung betul ya yang sudah memiliki sertifikat pendidik kalau ikt tes PPPK langsung dapat nilai penuh. Ya iya, mengingat perjuangan untuk mendapatkan sertifikat pendidik itu sulit, peru pengorbanan waktu dan tentunya biaya yang tidak sedikit. Maka dari itu Kemdikbud memberikan penghargaan bagi mereka yang sudah memiliki sertifikat pendidik tersebut. Namun jangan salah untuk lulus PPPK, mereka yang memiliki sertifikat pendidikan juga harus lolos nilai passing grade, atau nilai minimal karena kalau tidak memenuhi passing grade ya nggak bisa lulus seleksi PPPK.

Kebijakan afirmasi ini tentunya sebagai bentuk penghargaan bagi guru honorer yang sudah mengabdi di sekolah masing-masing.

Baca Juga

Post a Comment