Laporkan Penyalahgunaan

Blog berisi kumpulan produk hukum Indonesia.

POS Asesmen Nasional (ANBK) Tahun 2023

POS Asesmen Nasional (ANBK) Tahun 2023

Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) Kemdikbud adalah sebuah program asesmen atau evaluasi yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia menggunakan teknologi komputer. Program ANBK Kemdikbud ini bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa pada mata pelajaran tertentu secara nasional menggunakan sistem komputer.

ANBK Kemdikbud dilaksanakan pada tingkat pendidikan sekolah dasar hingga menengah atas. Tujuan dari ANBK Kemdikbud adalah untuk memberikan data dan informasi tentang mutu pendidikan di Indonesia dan untuk mengevaluasi hasil belajar siswa secara objektif. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia dan membantu mengidentifikasi masalah yang perlu diperbaiki dalam sistem pendidikan.

Tahun 2023 ini Asesmen Nasional akan kembali dilaksanakan dengan telah diterbitkannya Peraturan Kepala BSKAP Nomor 015/H/KP/2023 tentang Prosedur Operasional Standar  (POS) Penyelenggaraan Asesmen Nasional Tahun 2023.

PROSEDUR OPERASIONAL  STANDAR PENYELENGGARAAN ASESMEN NASIONAL TAHUN 2023

BAB I

KEPESERTAAN ASESMEN NASIONAL


Kepesertaan  Asesmen  Nasional  meliputi:

  1. Asesmen  Nasional   (AN)   diikuti  oleh   Satuan  Pendidikan  yang  terdaftar  dalam Dapodik atau  EMIS  dan  memiliki  Nomor Pokok   Sekolah Nasional  (NPSN)  yang valid.
  2. Satuan  Pendidikan sebagaimana dimaksud  pada angka  1    yang  melaksanakan Asesmen  Nasional  pada tahun  2023 pada periode waktu pelaksanaan  AN sesuai dengan jadwal  dalam BAB XII angka 2.

A.   Peserta Didik  yang  mengikuti Asesmen Nasional

Peserta Asesmen Nasional dari setiap Satuan Pendidikan padajenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah terdiri atas:

  1. peserta  didik   yang terdaftar  dalam  pangkalan   Dapodik atau  EMIS   yang  memiliki  Nomor Induk  Siswa Nasional  (NISN)  valid;
  2. perwakilan peserta didik  kelas 5 (lima),  kelas 8 (delapan),  kelas 11 (sebelas);
  3. peserta didik   dari Sekolah Luar  Biasa (SLB)  diikuti  oleh  perwakilan peserta didik    disabilitas   sensorik  rungu   (tunarungu)    dan/ atau   disabilitas  fisik(tunadaksa)  yang tidak memiliki ketunaan  tambahan,  hambatan intelektual, bahasa/membaca,  dan  dapat mengerjakan AN secara mandiri;
  4. peserta  didik    pada  jenjang  SD/MI/SDLB/Paket   A/PKPPS   Ula,   memiliki laporan  penilaian hasil belajar mulai semester ganjil kelas  1   sampai dengan semester genap kelas 4;
  5. peserta   didik    pada  jenjang   SMP/MTs/SMPLB/Paket   B/PKPPS   Wustha, memiliki  laporan  penilaian hasil  belajar semester ganjil  dan genap kelas 7;
  6. peserta  didik    pada  jenjang  SMA/MA/SMALB/SMK/MAK/Paket   C/PKPPS Ulya,  memiliki  laporan  penilaian hasil  belajar semester ganjil  dan genap kelas 10;

B.   Peserta Asesmen Nasional  Kepala Satuan Pendidikan dan  Pendidik

Kepala  Satuan  Pendidikan  dan  Pendidik mengikuti Survei  Lingkungan   Belajar (Sulingjar).  Unsur  peserta AN (Sulingjar)  tersebut terdiri  dari:

  1. seluruh  kepala Satuan Pendidikan yang terdaftar dalam Dapodik atau EMIS;
  2. seluruh pendidik yang terdaftar dalam Dapodik atau EMIS;  dan
  3. seluruh  kepala Satuan  Pendidikan dan pendidik yang terdaftar  secara valid dan mutakhir  dengan status  aktif menjabat  bagi  kepala  sekolah  dan  aktif mengajar bagi  pendidik pada Satuan Pendidikan.

C. Pemilihan Peserta Didik

1.   Peserta didik  yang mengikuti AN adalah peserta didik  yang  terpilih secara acak (random)  di  setiap  Satuan  Pendidikan  dengan  metode yang  ditetapkan  oleh Kementerian.
2.   Jumlah  peserta didik   yang dipilih untuk  mengikuti  AN pada  setiap Satuan Pendidikan ditentukan  sebagai  berikut:

    a.   Jenjang  SD/MI  dan   yang sederajat  maksimal 30  orang dan  cadangan  5 orang.
    b.   Jenjang  SMP/MTs  dan yang   sederajat maksimal  45  orang dan   cadangan 5 orang.
    c.   Jenjang SMA/MA/SMK/MAK  dan yang sederajat maksimal  45  orang dan cadangan 5 orang.
    d.   Jenjang  SDLB maksimal 30  orang dan  cadangan 5 orang.
    e.   Jenjang SMPLB maksimal  45  orang dan cadangan 5 orang. f.   Jenjang SMALB maksimal  45  orang dan  cadangan 5 orang.
    g.   Jenjang Paket A/PKPPS  Ula maksimal  30  orang dan  cadangan 5 orang;
    h.   Jenjang   Paket  B/PKPPS   Wustha   maksimal   45   orang  dan   cadangan  5 orang;  dan
    i.    Jenjang Paket C/PKPPS  Ulya maksimal  45  orang dan  cadangan 5 orang.

3.  Tidak ada   penggantian  peserta  didik   yang dipilih untuk  mengikuti  AN pada setiap Satuan  Pendidikan setelah Daftar Nominasi  Tetap (ONT)  diterbitkan.


D.  Pendaftaran Peserta Asesmen Nasional

  1. Pengelola data di  setiap Satuan  Pendidikan mendata peserta didik,  pendidik, dan kepala Satuan  Pendidikan yang ada  di  Satuan  Pendidikannya masing• masmg.
  2. Peserta didik, pendidik,  dan  kepala     Satuan  Pendidikan    yang berkewarganegaraan Indonesia  (WNI)  di Sekolah Indonesia Luar Negeri  (SILN),
  3. Satuan  Pendidikan Kerjasama  (SPK),  dan Program Pendidikan Kesetaraan  di luar  negeri  didaftarkan sebagai  calon peserta Asesmen  Nasional.
  4. Satuan  Pendidikan dalam binaan  Kementerian mendata peserta AN (peserta didik,  pendidik,  dan kepala Satuan  Pendidikan)  ke  pangkalan data Dapodik.
  5. Satuan Pendidikan dalam binaan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian  Agama  mendata peserta  (peserta  didik,  pendidik,  dan  kepala Satuan Pendidikan)  ke  pangkalan data EMIS.
  6. Satuan Pendidikan dalam binaan Direktorat Jenderal  Bimbingan Masyarakat Kristen,   Direktorat   Jenderal   Bimbingan  Masyarakat   Katolik,   Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama mendata peserta didik,  pendidik,  dan kepala Satuan Pendidikan ke  pangkalan  data Dapodik.
  7. Pengelola data di  setiap Satuan  Pendidikan melakukan  proses verifikasi  dan validasi  peserta   didik  berdasarkan    NISN   pada   sistem  verval    PD   yang disediakan  pusat  yang membidangi  fungsi pengelolaan data  dan  teknologi informasi  Kementerian.
  8. Pengelola data di  setiap Satuan  Pendidikan mendaftarkan  peserta didik yang memiliki NISN valid.
  9. Pendaftaran peserta didik melalui mekanisme  tarik data dari  laman pd.data.kemdikbud.go.id  ke  laman  pendataan AN.
  10. Proses sampling peserta  utama  dan  cadangan  dilakukan  secara  otomatis dengan  metode yang ditetapkan  oleh   Kementerian  pada  laman  pendataan asesmen oleh  pengelola data  kabupaten/kota atau provms1  sesuru kewenangannya.
  11. DNS   dicetak  oleh    pengelola  data   provinsi   atau  kabupaten/kota   sesuai kewenangannya dan diberikan ke  Satuan Pendidikan untuk diverifikasi.
  12. DNT  dicetak oleh   pengelola data  provinsi untuk  diberikan kepada  Satuan Pendidikan.
  13. Proses  sampling,   proses  cetak  DNS   dan  DNT  untuk  SILN  dan  Program Pendidikan Kesetaraan  di luar  negeri  dilakukan oleh  pusat yang membidangi fungsi asesmen pendidikan Kementerian.
  14. Pengelola data Satuan  Pendidikan melakukan tarik data peserta yang telah ditetapkan  dari   laman   pendataan  AN  ke   laman   manajemen  AN  untuk dilakukan penempatan sesi, lokasi tes, cetak kartu login  peserta, dan hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan  tes.


A.  Instrumen  Asesmen  Nasional

1.   lnstrumen   AN  disiapkan  oleh    Badan  Standar,   Kurikulum,   dan  Asesmen Pendidikan.
2.    Instrumen  AN disiapkan dalam bentuk soal  digital dan merupakan  dokumen negara yang bersifat rahasia.
3.    Instrumen Asesmen  Nasional  terdiri  atas:
        a.   AKM mengukur hasil  belajar kognitif peserta didik dalam  Literasi  Membaca dan Numerasi;
        b.   Survei  Karakter  mengukur perkembangan karakter peserta didik sebagai salah satu capaian pembelajaran yang mengacu pada Profil  Pelajar Pancasila;  dan
        c.   Survei Lingkungan Belajar mengukur  kualitas  lingkungan   belajar  pada Satuan  Pendidikan.

B. Bentuk Soal  dan  Komponen Asesmen Nasional

1. Bentuk soal  Asesmen  Nasional  terdiri  dari:

        a.   Bentuk     soal      objektif    (Pilihan     Ganda,     Pilihan    Ganda    Kompleks, Menjodohkan,  dan Isian  Singkat).
        b.   Bentuk  soal  non objektif (Uraian).

2.  Komponen  AKM terdiri  atas konten,  level  kognitif,  dan konteks dengan rincian sebagai  berikut:

POS ANBK 2023

3. Hasil  belajar non   kognitif peserta  didik   yang diukur  dalam  Survei Karakter adalah sikap, kebiasaan, nilai-nilai (values) pada enam aspek Profil Pelajar Pancasila,   yaitu  beriman,   bertakwa  kepada  Tuhan   Yang   Maha   Esa  dan berakhlak mulia;  bernalar kritis;  kemandirian;  kreativitas;  bergotong royong; dan  berkebinekaan global.
4. Survei Lingkungan Belajar mengukur iklim  keamanan; iklim  inklusivitas; iklim kebinekaan; iklim kesetaraan gender; kualitas pembelajaran pada Satuan Pendidikan;  refleksi dan  perbaikan  pembelajaran  oleh   guru;  kepemimpinan instruksional;  serta dukungan orang tua dan murid terhadap program Satuan Pendidikan.

Waktu Pelaksaaaan AN (JADWAL ANBK 2023)

1 .AN dilaksanakan selama 2 (dua) hari untuk setiap peserta.
2. Alokasi waktu yang disediakan untuk mengerjakan  masing-masing  instrumen AN berdasarkan jenjang, sebagai berikut:

POS ANBK 2023

Dokumen lengkap Peraturan Kepala BSKAP Nomor 015/H/KP/2023 tentang Prosedur Operasional Standar  (POS) Penyelenggaraan Asesmen Nasional Tahun 2023 silakan unduh DISINI

Related Posts