CPNS 2019 Kementerian Kesehatan

Kementerian Kesehatan berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Nomor 420 Tahun 2019 tentang Penetapan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil
di Lingkungan Kementerian Kesehatan Tahun Anggaran 2019 dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 23 Tahun 2019 tentang Kriteria  Penetapan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil dan Pelaksanaan Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2019, membuka kesempatan bagi Warga Negara Indonesia untuk mengikuti seleksi Calon  Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Kesehatan Tahun 2019 yang akan ditugaskan pada unit kerja Kementerian Kesehatan di seluruh Indonesia.


Pengiriman Berkas Pendaftaran

1. Berkas pendaftaran dikirim ke Tim Seleksi Pengadaan CPNS Regional Provinsi  sesuai kota lokasi ujian yang dipilih;
2. Berkas pendaftaran dikirim melalui PT. Pos Indonesia dengan kilat
khusus/tercatat/ekspres mulai tanggal 13 November 2019 dan diterima PO BOX
tujuan paling lambat tanggal  28 November 2019 pukul 15.00 WIB/WITA/WIT.
Berkas yang diterima PO BOX setelah pukul 15.00 WIB/WITA/WIT pada tanggal 28
November 2019 (bukan tanggal cap pos pengiriman) tidak akan diproses;
3. Panitia hanya menerima berkas yang dikirimkan melalui PO BOX Tim Pengadaan
Regional Provinsi sesuai kota lokasi ujian yang dipilih;
4. Berkas yang diterima sebelum tanggal 13 November 2019 dianggap tidak berlaku;
5. Setiap pelamar hanya diperkenankan mengirimkan 1 (satu) berkas pendaftaran dan
tidak ada pengiriman berkas susulan;
6. Berkas pendaftaran 1 (satu) rangkap terdiri dari :
a. Asli hasil cetak (print out) kartu pendaftaran seleksi CPNS dari laman
https://sscasn.bkn.go.id; 
b. Asli hasil cetak (print out) biodata pendukung pelamar (ditandai dengan
barcode) dari laman https://cpns.kemkes.go.id yang telah ditandatangani
pelamar;
c. Fotokopi KTP atau surat keterangan telah melakukan perekaman
kependudukan secara elektronik yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang
(Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil);
d. Fotokopi Ijazah dan transkrip nilai (D.III/D.IV/S1/S2/S3) sesuai kualifikasi
pendidikan yang dipersyaratkan pada formasi jabatan yang dipilih (surat
keterangan lulus dinyatakan tidak berlaku);
e. Fotokopi STR yang masih berlaku (sesuai daftar terlampir). Apabila sedang
dalam proses perpanjangan, maka yang dilampirkan adalah STR sebelumnya
dan bukti perpanjangan STR tersebut;
f. Asli surat pernyataan bermeterai Rp 6.000,- yang dapat diunduh pada laman
https://cpns.kemkes.go.id;
g. Berkas pendaftaran tambahan:
1) Khusus bagi formasi jabatan dengan kualifikasi pendidikan yang
mencantumkan persyaratan basic pendidikan wajib melampirkan fotokopi
ijazah dan transkrip nilai sesuai basic pendidikan yang dipersyaratkan;
2) Khusus bagi yang memiliki ijazah dari perguruan tinggi luar negeri wajib
melampirkan fotokopi surat penyetaraan ijazah dan konversi nilai dari
Kementerian yang membidangi urusan pendidikan tinggi;
3) Khusus bagi pelamar dengan kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan,
namun kualifikasi pendidikan tersebut tidak tercantum pada ijazah dan/atau
transkrip nilai (sebagai peminatan atau program studi), maka pelamar wajib
melampirkan asli surat keterangan dari fakultas atau perguruan tinggi yang
menerangkan bahwa yang bersangkutan benar telah menempuh pendidikan
sesuai kualifikasi yang dipersyaratkan;
4) Khusus bagi pelamar formasi cumlaude:
a) melampirkan fotokopi surat keterangan akreditasi Perguruan Tinggi
dan Program Studi pada saat kelulusan atau cetakan tangkap layar
(screen capture) Direktori Hasil Akreditasi dari Badan Akreditasi
Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan/atau Pusdiknakes/LAMPTKes

yang memuat status akreditasi perguruan tinggi dan prodi
pelamar;
b) melampirkan fotokopi surat keterangan lulus cumlaude/dengan pujian
yang tercantum pada ijazah/transkrip nilai atau surat
keterangan/sertifikat yang menyatakan lulus cumlaude/dengan pujian.
Bagi lulusan luar negeri dibuktikan dengan fotokopi surat keterangan
yang menyatakan predikat kelulusannya setara dengan
cumlaude/dengan pujian dari Kementerian yang membidangi urusan
pendidikan tinggi;
5) Khusus bagi pelamar penyandang disabilitas :
a. Melampirkan asli surat keterangan dokter RS pemerintah/puskesmas
yang menyatakan bahwa pelamar menyandang disabilitas fisik atau
berkebutuhan khusus hanya pada kaki/tungkai bawah (ekstremitas
bawah), dan tidak mengalami disabilitas untuk fungsi indra, fungsi tubuh
bagian atas, dan fungsi mental, serta memenuhi kriteria :
(1) Mampu melihat, mendengar, dan berbicara dengan baik;
(2) Mampu melaksanakan tugas seperti menganalisa, mengetik,
menyampaikan pendapat dan berdiskusi;
(3) Dapat melaksanakan tugas sesuai jabatan yang dipilih;
b. Membuat video singkat dengan durasi 2 sampai 3 menit berisi aktivitas
yang menggambarkan kemampuan sesuai kriteria yang dipersyaratkan
dan file video tersebut dikirimkan melalui email cpns2019@kemkes.go.id
(ukuran maksimal video 20 MB);
6) Khusus bagi pelamar yang berasal dari program Nusantara Sehat :
a. Berstatus sebagai peserta program Nusantara Sehat wajib melampirkan
asli surat izin untuk mengikuti seleksi CPNS yang didapatkan secara
online melalui Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan

7. Seluruh dokumen disusun dan dimasukkan ke dalam map dengan warna sebagai
berikut:
a. Merah untuk pelamar yang mendaftar formasi jabatan tenaga kesehatan;
b. Biru untuk pelamar yang mendaftar formasi jabatan non tenaga kesehatan.
8. Map berisi dokumen sesuai angka 6 di atas dimasukkan ke dalam amplop, yang
ditujukan kepada Tim Seleksi Pengadaan CPNS Regional dan dikirimkan ke PO BOX
sesuai kota lokasi ujian seperti contoh di bawah ini:

Pelamar bernama Anita memilih peminatan pada RSUP Persahabatan Jakarta dan
memilih untuk mengikuti ujian di Jakarta, maka pada bagian depan amplop ditulis:



Kepada Tim Seleksi Pengadaan CPNS
Regional Provinsi DKI Jakarta
Kementerian Kesehatan Tahun 2019
PO BOX 1205 JKB 11012 

Seleksi Penerimaan CPNS Kementerian Kesehatan Tahun 2019 sama sekali tidak

dipungut biaya. Dihimbau agar tidak mempercayai apabila ada orang/pihak tertentu
(calo) yang menjanjikan dapat membantu kelulusan dalam setiap tahap seleksi dengan
keharusan menyediakan sejumlah uang atau dalam bentuk lain;
2. Berkas  yang  sudah  dikirimkan  kepada  Kementerian  Kesehatan menjadi milik Panitia
dan tidak dapat diminta kembali;
3. Peserta tidak dapat melakukan perubahan terhadap formasi dan instansi yang dipilih;
4. Biaya akomodasi dan transportasi terkait penempatan CPNS dibebankan pada pelamar;
5. Para pelamar agar terus memonitor informasi dan perkembangan Penerimaan CPNS
Kementerian Kesehatan Tahun 2019 melalui laman https://sscasn.bkn.go.id dan
https://cpns.kemkes.go.id;
6. Pelamar dengan status peserta Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS) atau
Pendayagunaan Dokter Spesialis (PGDS) yang dinyatakan lulus sebagai CPNS akan
diberhentikan sebagai peserta WKDS/PGDS untuk selanjutnya akan bertugas di unit
kerja penempatan sebagai CPNS.
7. Apabila terdapat peserta yang telah dinyatakan lulus dan diterima untuk diangkat
sebagai CPNS Kementerian Kesehatan, kemudian mengundurkan diri atau meninggal
dunia, formasinya dapat digantikan oleh peserta ujian lainnya sesuai urutan peringkat
nilai yang tertinggi berikutnya dan akan diumumkan melalui laman
https://cpns.kemkes.go.id;
8. Bagi peserta yang telah dinyatakan lulus dan diterima tetapi tidak memenuhi syarat yang
ditentukan, dan/atau memberikan data/informasi yang tidak benar baik pada setiap
tahapan seleksi maupun setelah diangkat menjadi CPNS/PNS, dan/atau tidak memenuhi
kelengkapan administrasi dalam batas waktu yang ditentukan, maka yang bersangkutan
dianggap tidak memenuhi syarat untuk diangkat sebagai CPNS dan formasinya dapat
digantikan oleh peserta ujian lainnya sesuai urutan peringkat nilai yang tertinggi;
9. Apabila dikemudian hari pelamar terbukti memberikan data yang tidak sesuai
fakta/sengaja melakukan manipulasi data baik pada setiap tahapan seleksi maupun
setelah diangkat menjadi CPNS/PNS maka kelulusan yang bersangkutan dinyatakan
batal dan/atau memberhentikan yang bersangkutan sebagai CPNS/PNS;
10. Keputusan Panitia bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat;
11. Peserta yang sudah dinyatakan lulus tahap akhir seleksi dan sudah mendapatkan
persetujuan NIP kemudian mengundurkan diri, kepada yang bersangkutan diberikan
sanksi tidak boleh mendaftar pada penerimaan CPNS untuk periode berikutnya;
12. Kelalaian pelamar dalam membaca dan memahami pengumuman menjadi tanggung
jawab pelamar;
13. Bila ada hal-hal yang kurang jelas, pelamar dapat membaca dan memahami FAQ
(Frequently Asked Questions) di laman https://cpns.kemkes.go.id;
14. Pelayanan dan penjelasan informasi terkait pelaksanaan seleksi CPNS Kementerian
Kesehatan Tahun 2019 dapat menghubungi :
a. Halo Kemkes 1500567 atau Help Desk Kementerian Kesehatan di laman
https://cpns.kemkes.go.id/;
b. Email cpns2019@kemkes.go.id untuk pengaduan adanya dugaan pelanggaran
pelaksanaan seleksi CPNS tahun 2019;

Unduh Pengumuman resmi disini 
Informasi resmi CPNS Kemenkes di alamat https://cpns.kemkes.go.id

0 Response to "CPNS 2019 Kementerian Kesehatan "

Posting Komentar